Zetizen.com – Guys, apa sih yang pertama kali kamu pikirkan waktu mendengar kata nuklir? Bom? Senjata? Ledakan? atau Mematikan? Wah, kalau jawabannya iya, kayaknya kamu termasuk kudet alias kurang update nih. Soalnya, reaksi nuklir dan energi yang dihasilkannya itu sebenarnya punya banyak banget manfaat kalau dimanfaatkan dengan benar.

Di berbagai negara maju misalnya, energi nuklir dimanfaatkan sebagai sumber listrik bersih dan murah. Selain itu, dibidang kesehatan pun, kedokteran nuklir alias kedokteran berbasis energi udah semakin maju dan dimanfaatkan. Di bidang pangan dan pertanian? Wah udah nggak terhitung deh berapa banyak keutungan dari reaksi inti (nuklir) yang berhasil meningkatkan, mengawetkan, dan memperkaya kandungan hasil panen.

Ngelihat fakta itu, rasanya nggak salah kalau Universitas Gajah Mada (UGM) memiliki program teknik nuklir yang pastinya bakal melatih mahasiswanya untuk mendalami, memahami dan jadi ahli dari fenomena fisis satu ini. Penasaran kayak apa kuliah di jurusan itu? Yuk simak penuturan Zetizen berikut ini!  

 

Punya Banyak Manfaat

Yulia Gita, salah satu mahasiswa teknik Nuklir angkatan 2014 UGM menjelaskan seperti apa asiknya berkuliah di teknik Nuklir. Dimulai dengan pemahaman dasar seputar reaksi nuklir dan dampaknya, pihak kampus menyiapkan dua bidang minat yang bisa dipilih sesuai minat dan bakat tiap mahasiswa. Yang pertama ada bidang Teknologi Energi Nuklir yang fokus mempelajari nuklir sebagai sumber energi. Sementara satunya adalah bidang Fisika Medis yang mempelajari manfaat nuklir di dunia kesehatan. “Percabangan (minat) nya nanti baru dimulai di semester 6. Namun yang jelas, keduanya memiliki prospek menjanjikan,” Ungkap Yulia.

Karena merupakan fenomena fisis yang tergolong rumit, pastinya Yulia dan teman-teman dipersiapkan untuk memahami segala hal berkaitan nuklir dengan sebaik-baiknya. Selain diajarkan tentang berbagai teori fisika dasar, kimia, matematika dan berabagai penerapan bahan radioaktif di kehidupan nyata, dalam tiap-tiap perkuliahannya, Yulia bersama teman-temannya juga diajak untuk bersentuhan langsung dengan bahan radioaktif loh. Bahaya? Enggak kok! Soalnya semua praktik yang dijalankan udah diregulasi dengan memanfaatkan dosis kecil plus berbagai alat proteksi radiasi.

 

Yulia Gita bersama teman-temannya menyempatkan We-fie sebelum melakukan praktikum

 

Selain proses perkuliahan, menurut Yulia perbandingan jumlah cewek dan cowok diangkatannya yang sangat sedikit juga terbilang menarik. Bayangin aja, dari dari 53 total jumlah mahasiswa di sana, ceweknya cuma ada 9 orang loh. “ di angkatan lain malah cuman 10 ada yang 11 juga. Tapi menurutku ini asik. Soalnya mereka nggak menindas cewek. Malah menjaga cewek,” lanjut Yulia

 

Banyak Isu yang Nggak Benar

Nah, karena sering harus berurusan dengan radiasi, nggak jarang, mahasiswa teknik nuklir, termasuk Yulia, sering terkena isu-isu nggak benar. Ada aja orang yang menganggap kuliah teknik nuklir berbahaya karena bisa menimbulkan resiko jangka panjang kayak kanker atau kemandulan. Gara-gara itu, ada isu yang bilang kalau mahasiswa teknik nuklir semester 5 sebaiknya menikah karena takut mengalami kemandulan.

Menanggapi isu kayak gitu, Yulia ternyata punya jawabannya sendiri nih "Lah, kalau semester 5 harus nikah, berarti aku harus nikah dong sekarang? Hehehe... Menurutku, isu itu nggak berdasar. Soalnya, saat mempelajari semua hal yang berhubungan dengan radiasi, kami selalu dilengkapi berbagai alat pengaman plus pengawasan dosis dan paparan yang terkontrol. Jadi aman deh," Ungkapnya.

 

Yulia Gita sedang melakukan Presentasi materi tentang penggunaan nuklir di kehidupan sehari-hari

Untuk prospek Kerja, Yulia menuturkan bahwa lulusan teknik Nuklir bisa bekerja di berbagai tempat. Lembaga dan tempat kerja yang sering memakai jasa lulusan teknik Nuklir diantaranya Batan, Bapeten, PLTU di PJB, Pertamina, dan masih banyak lagi. Selain dalam negeri, luar negeri juga banyak yang mencari lulusan teknik nuklir loh salah satunya adalah IAEA (International Atomic Energy Agency) yang berada di Vienna, New York Amerika Serikat, Toronto Canada, dan Geneva Swiss.

Menurut Yulia, hal yang wajib disiapkan sebelum masuk ke teknik Nuklir adalah belajar soal-soal sebanyak mungkin. Sebab, tes yang digunakan tidak jauh beda seperti SBMPTN. Nah, buat kamu yang ingin masuk ke jurusan ini, kamu bisa memilih di SNMPTN, SBMPTN, serta PBS, PBUPD, dan PBUTM yang merupakan ujian dari UGM. Selamat mencoba Guys!

 

Editor: Bogiva

Share
Create Your Own Article!